12 Januari 2010

Awal Juni

“Ma, kalau orang mau meninggal itu rasanya bagaimana sih?”, pertanyaan aneh itu meluncur begitu saja dari mulutku.

“Loh, memangnya kenapa?”, Mama balik bertanya dengan raut muka penasarannya

“Hmm , akhir – akhir ini perasaan dan batin Ulfah kok tidak tenang ya? Ulfah selalu dibayangi kematian? Orang meninggal, masa – masa kecil Ulfah, sedih rasanya”, Saya menjabarkan perasaan saya akhir – akhir ini, emosi saya menjadi tidak stabil. Setiap malam pasti menangis, rasanya sakit dan tidak tenang. Entahlah.

“Apa ya? Setahu Mama sih kalau orang yang mau meninggal itu sebenernya sudah tahu kalau dia akan meninggal sejak 40 hari sebelumnya, dia akan mengingat kembali masa lalunya, kenangan – kenangan masa kecilnya, seperti ada film kehidupan kita yang di putar dan ditampikan di benak kita, tapi orang yang mau meninggal itu tidak bisa memberi tahu orang lain akan hal itu, kalau dia akan mati”, entah teori dari mana jawaban yang Mama lontarkan tapi Saya mendengarkan serius, karena saya sudah tidak tahu lagi, saya bingung, saya sakit, saya cengeng perihal kematian yang menghantuiku. Jawaban Mama membuatku tenang seperti biasanya. Saya mencoba menciumnya, sudah bisa ditebak, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dan lepas dari pelukan Saya serta ciuman bertubi – tubi di pipinya. Haha ... Lucunya Mamaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fasilitas Komentar Gratis Yang Disediakan (Siapa Saja Boleh)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...