24 Januari 2010

Sebuah Catatan di Notepad (2)

7 september 2008

Ahad, 7 Ramadhan 1429
sudah pasti iya...
sesaat hatiku bertanya pada diriku sendiri.. " apakah aku berdosa?"

KataNya.. orang yang akan masuk neraka sebenernya sudah tahu akan hal itu namun orang itu fasik, jadi tak akan berpengaruh..
malah akan berpikir bahwa, sudah pasti masuk neraka jadi untuk apa melakukan perubahan?

seperti asap panas yang mengisi rongga dadaku, disaat semuanya telah berlalu...
selintas otakku menyengatkan ide gila tentang "lebih baik sudahi saja semuanya" pergi menyusul umiku tercinta...

tapi apa nanti kata dia?
belum jadi anak yang sholehah sudah mati
mana kontibusinya kepada orang yang paling mulia? maksudku mama
mereka tidak tahu bahwa aku sangat menyayangi mereka,ya ayah, kakak dan adik-adikku.
hingga kurela kuserahkan semua yang kupunya untuk membuktikan bahwa aku benar-benar sayang pada mereka..

namun jika benar aku yang menyusul umiku terlebih dahulu dibanding anggota keluarga yang lain..
aku hanya ingin bilang terima kasih atas segala kasih sayang dan perhatian yang telah kalian berikan padaku
tidak lupa.. dari hatiku yang paling dalam meminta maaf seluas-luasnya atas kata dan sikap yang menyakitkan hati kalian
karena Allah Maha Adil..
kelak segala yang telah kuperbuat pasti akan terbalas sendirian.

Sebuah Catatan di Notepad

Lagi liat - liat tulisan yang ada di notepad gue, tiba - tiba nemuin tulisan ini. Sebuah tulisan yang ku buat saat - saat saya merasa tidak akan bertahan lama lagi, atau... akan mati. Tapi ternyata perasaan itu hanyalah sinyal - sinyal yang tidak bisa kutentukan apa artinya. Sebuah tulisan yang seharusnya tak kuungkapkan.

Assalamualaikum..
sebenernya waktu nulis ini gue lagi aneh aja, tiba-tiba gitu ya pengen aja nulis surat wasiat seandainya gue mati besok...ato sebenernya gag mati, yang mati kan cuma jasadnya aja tapi roh gue, akan selalu hidup karena emang pintu gerbang kehidupan kita yang sebenernya itu ya kematian, u belive it??!!! yeah,  you have to belive it!!
pertama-tama yang pengen banget gue sapa itu ya umi gue, mama... yang udah ngelahirin gue... maafin aku ya bu, karna upa tau kalo selama ini pasti upa pernah bikin ibu sakit hatinya.. sungguh.

7 April 2008

22 Januari 2010

Antara Petani Belerang dan OVJ

Tetap di Opera van Javaaa,... (Yak' eeee)

Realita kehidupan, saat seorang harus menempuh jarak puluhan kilo sambil memanggul beratnya belerang, mempertaruhkan nyawa dengan bekerja di kawasan Sulfur yang bisa bersifat racun. Hingga pundaknya berubah bentuk, mengikuti bambu untuk memanggul keranjang belerang. Disaat hanya diganti dengan uang yang tidak seberapa per kilonya, ya.. hanya 500 rupiah. Mengerikan sekali.

Disisi lain, sekumpulan orang yang bercanda di program TV, hanya BERCANDA dan menggunakan banyak styrofoam untuk saling memukul, yang mereka anggap menghibur orang. Tahukah mereka jika butuh waktu ratusan tahun untuk meleburkan zat tersebut secara sempurna?. Mereka semua mendapatkan uang yang lebih banyak untuk menghibur orang tanpa membutuhkan sebanyak energi yang petani belerang lakukan.. Apresiasinya? Ratusan kali lipat.

Akankah terus seperti ini?

SilmiNeytiri wanna wanna be . . . (Ngarep banget)

Neytiri, one of character that inspired me to explore my creativity. She is strong, cool, beautiful, have a great voice, and she could drive a dragon fly-shaurus (I'm forget what is it name).



Neytiri Dis'kahan Mo'at'itey (known only as Neytiri) is a Na'vi, princess of the Omaticaya Clan. She is the daughter of Eytukan and Mo'at. She will be the future tsahik of the tribe, with her mate Jake Sully becoming the Olo'eyktan (leader).

Neytiri first meets Jake Sully in the woods. As she is about to kill him with an arrow, a Woodsprite, or seed of the Tree of Souls, touches her arrowhead. She reads that as a sign from Eywa to let him go. She later saves Jake from a pack of viperwolves, and takes him into the clan, where she reluctantly agrees to teach him the Na'vi culture and language, as her mother suggests. Neytiri helps Jake on several tasks, like making tsahaylu, riding a direhorse, performing iknimaya, etc. When Jake becomes a member of the Omaticaya clan, she accepts his choosing of her, and they mate for life. However, since Jake fails to convince the Omaticaya to move, the RDA assaults and burns the Hometree. Neytiri's father Eytukan is killed in the evacuation, and Jake is ousted as a traitor. When Jake returns to them as Toruk Makto, he convinces them about his allegiance and Neytiri travels with him to gather all the other Na'vi clans' support. She also participates in the great defense against the RDA forces. When things look grim for the Na'vi, Eywa sends animals against the intruders and a Thanator allows Neytiri to ride her through tsahaylu. Finally, she tries to protect Jake's body when Colonel Quaritch, in his AMP Suit, attempts to kill him, but he manages to kill her Thanator. After Jake stops Quaritch's killing blow and comes close to death himself at Quaritch's hands, she shoots Quaritch with her bow, before saving Jake again by placing an Exopack on his human form.

refference : http://james-camerons-avatar.wikia.com/wiki/Neytiri

Junk Word - Mamon

Haha . . .

Today I've learn about 'Mamon', what is that?? My lecture, Mr. Thomas said that :






=





                
So...? He think that if you want to defeated the devils, in everyway, you need money to attack it. This is hard to proccess in my mind, but it's OK, I Like Mr Thomas anyway.


20 Januari 2010

Memoar Awal Juli -



Senin, 1 Juli 2008


Pagi itu saya gelisah. Degup jantung ini terasa lebih cepat berdetak dan ngilu sekali. Sambil menggenggam tangan Mama yang penuh dengan darah dan pasir saya mencoba menahan air mata saya. Di ruangan UGD, sambil mencoba menghubungi Bapak yang sejak pagi sudah berangkat ke Kantor untuk memberitahukan bahwa Mama mengalami kecelakaan motor. Mama jatuh dari tempat boncengan. Entah pada kecepatan berapa, kulihat dengan tangan yang terseret hingga menimbulkan luka gores sampai bisa kulihat daging putih di pergelangan tangannya.

Pagi ini, saya bersiap berangkat kuliah. Namun telepon yang datang pagi itu sungguh tidak kuharapkan. Ami, adik laki – lakiku memberi tahu bahwa motor yang ia pakai untuk mengantar Mama ke Kantor tergelincir di fly over yang baru saja dibangun. Adikku tidak apa – apa, namun Mama jatuh dalam posisi terjengkang kebelakang dengan kepala jatuh terlebih dahulu. Helm murahan itu pun tak bisa melindungi tengkorak kepala Mama.

Di ruang UGD kulantunkan doa – doa yang saya tahu, Mama belum sadar, ia histeris sambil mengejangkan seluruh tubuhnya sambil berteriak. Ya Allah, luka – luka itu pasti sakit sekali, sampai – sampai Mama sama sekali tidak memberikan respon dari saya.

“Ma...Ma...ini Ulfah Ma, Mama bangun Ma..”,Saya memanggilnya dengan suara yang lembut, takut – taku membuat lukanya semakin terasa sakit sambil menggenggam tangan Mama dengan hati – hati. Ya Allah, tangan Mama terseret di aspal hingga terkikis. Pasti sakit sekali.

“Kulihat Nita, kakak perempuanku satu – satunya melakukan hal yang sama seperti kulakukan, air matanya jatuh. Adikku Ami, kulihat air mukanya sangat gelisah, sambil masih mencoba menghubungi Bapak. Teman – teman kantor Mama yang mengetahui kejadian ini pun berdatangan. Bu Tetty berdiri di sampingku sambil mengelus pundakku memberikan dukungan, kulihat air matanya mengalir dipipinya.

Mama, pakaian pegawai negerinya berlumuran darah dan berdebu. Jilbabnya sudah dibuka oleh petugas kesehatan. Kulihat kepala bagian belakangnya penuh dengan darah. Kulit kepalanya robek, tentu saja, helm yang digunakan Mama tidak cukup kuat hingga helm pun pecah.

Sambil terus membisikkan kalimat – kalimat lembut di dekat telinganya, “ Ma..Mama...ni Upa Ma...ayo Ma semangat Ma...liat Upa Ma...berdoa terus ya Ma...Allahuakbar! Allahuakbar!” Sambil mengendalikan emosi saya agar Mama tidak sedih.

Agak lama pelayanan Rumah Sakit ini, nampak sekitar hampir satu jam kemudian seorang suster dan petugas kesehatan membawa seperangkat alat jahit. Menurutnya,robekan di kulit kepala Mama harus dijahit untuk meminimalisir darah yang mengalir. Horden pun ditutup, sambil membantu membuka pakaian Mama, saya terus mengucap nama-Nya.


***


Mobil ambulan disiapkan karena Mama akan dipindahkan ke Rumah Sakit Bunda di Margonda yang memiliki fasilitas CT scan untuk memeriksa seberapa parah luka yang ada di kepalanya. Kulihat Mama sejak tadi belum sadar juga. Bahkan kata Ami, sejak jatuh tersungkur tadi, Mama langsung histeris seperti itu. Tiba – tiba dada saya sesak ketika ingat Mama tadi pagi yang menangis tanpa sebab sambil memakai pakaian kerjanya. Mama yang tergesa – gesa supaya tidak terlambat apel pagi itu langsung meminta diantarkan, biasanya Bapak yang mengantar. Namun karena Bapak sudah berangkat lebih pagi, akhirnya Ami yang menggantikan. Sejak dulu Mama benci naik motor, “Motor itu transportasi darat yang paling berbahaya”, kata Mama sebelum membelikan motor untuk adik saya. Ami memang mengidam – idamkan motor 4 tak itu. Apalagi kalau sudah mendengar suara motor yang bising, Mama akan bilang “ Et, berisik tahu!”, kata Mama spontan dengan gaya bicaranya yang khas seolah bilang kok-betah-banget-sih-punya-motor-suaranya-seperti-itu.

Kulihat Bapak berbicara dengan dokter, rumah sakit disini lebih cepat pelayanannya. Tempatnya pun lebih nyaman dari sebelumnya. Namun semuanya tidak bisa memberikan kenyamanan tentang bagaimana keadaan Mama sebenarnya. Kini kulihat Mama tampak tenang walaupun belum sadar juga. Mungkin ia tertidur karena sejak tadi ia meronta – ronta, teriak – teriak, Ya Allah, saya tidak ingin mengingatnya apalagi saat melihat jarum dan benang menyisiri kulit kepala Mama, karena itu membuat jantungku ngilu, mulutku kaku dan seluruh badanku bergetar.

Bapak kemudian memberi tahu bahwa Mama akan dibedah nanti sore. Bapak kemudian mengambil motornya bersama Nita pergi. Uang sebesar 20 Juta Rupiah harus ditransfer sebelum pukul 12.00 WIB, Bapak mencari pinjaman. Ya Allah, Saya tahu Engkau bersama kami, tepat disebelah Mama.

***

Awal Juni 2008

“Ma, kalau orang mau meninggal itu rasanya bagaimana sih?”, pertanyaan aneh itu meluncur begitu saja dari mulutku.

“Loh, memangnya kenapa?”, Mama balik bertanya dengan raut muka penasarannya

“Hmm , akhir – akhir ini perasaan dan batin Ulfah kok tidak tenang ya? Ulfah selalu dibayangi kematian? Orang meninggal, masa – masa kecil Ulfah, sedih rasanya”, Saya menjabarkan perasaan saya akhir – akhir ini, emosi saya menjadi tidak stabil. Setiap malam pasti menangis, rasanya sakit dan tidak tenang. Entahlah.

“Apa ya? Setahu Mama sih kalau orang yang mau meninggal itu sebenernya sudah tahu kalau dia akan meninggal sejak 40 hari sebelumnya, dia akan mengingat kembali masa lalunya, kenangan – kenangan masa kecilnya, seperti ada film kehidupan kita yang di putar dan ditampikan di benak kita, tapi orang yang mau meninggal itu tidak bisa memberi tahu orang lain akan hal itu, kalau dia akan mati”, entah teori dari mana jawaban yang Mama lontarkan tapi Saya mendengarkan serius, karena saya sudah tidak tahu lagi, saya bingung, saya sakit, saya cengeng perihal kematian yang menghantuiku. Jawaban Mama membuatku tenang seperti biasanya. Saya mencoba menciumnya, sudah bisa ditebak, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dan lepas dari pelukan Saya serta ciuman bertubi – tubi di pipinya. Haha ... Lucunya Mamaku.

***

Ludi Ramdani, nama yang agak janggal untuk seorang perempuan. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini dilahirkan dalam keluarga yang sederhana. Ayahnya pegawai negeri dan Ibunya membantu menambahkan penghasilan dari usaha menjahit. Memiliki 5 adik tidak semudah kedengarannya, ia harus meyakinkan seluruh adiknya dalam kondisi kenyang dan bersih. Kakak laki – lakinya sibuk dengan urusan sekolahnya. Setiap akan bermain, Dani akan membawa 2 adik terkecilnya, Wita dan Dono. Bahkan dalam permainan lompat tali, Dani akan bermain sambil menggendong Dono. Kehidupan Dani jauh dari waktu senang – senang yang banyak.

Ia akan menuliskan pegawai negeri dalam pertanyaan pekerjaan di buku diary yang saat itu menjadi kebiasaan di sekolah. Untuk urusan pendamping hidup, Dani selalu bedoa kepada Allah agar diberikan jodoh yang sholeh yang bisa mengajarkan agama kepadanya, sebuah pelajaran yang tidak ia dapat dari kedua orang tuanya. Orang tuanya begitu sibuknya hingga Dani harus belajar sendiri bagaimana caranya sholat. Bahkan mengendap – endap karena Ayahnya begitu galak dan melarang Dani untuk tidak ‘main’ keluar.

Dani tidak pernah menuntut apa – apa. Setiap akan ada pelajaran renang setiap itu pula ia akan berjalan kaki menyusuri jalan raya dari Depok sampai Pasar Minggu. Jika sedang beruntung, biasanya ia akan mendapatkan uang ekstra jika ia mampir ke rumah Kakak Ibu. Tentu ia harus mengerjakan pekerjaan rumah, mengepel, menyapu, dan mencuci piring. Namun ini dilakukan diam – diam karena jika orang tuanya tahu ia mendapatkan uang dari Pakde, Dani akan mendapatkan pukulan dari Ayahnya. Ia tak mau Dani mengemis pada orang lain.

Setelah Lulus SMA, Ayahnya merekomendasikan ia di Departemen Perdagangan dan akhirnya Dani bekerja dengan status lulusan SMA. Setahun kemudian ia memilih menikah dengan Kosasih, sepupu jauhnya yang dikenalkan oleh kerabat dan saudara. Dani menikah di usianya yang menginjak 21 tahun, perkenalan yang begitu singkat namun ia percaya kepada rejeki yang selama ini diberikan oleh Allah.

***

Kehidupan Mama setelah menikah tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Harapan akan menjalani kehidupan yang damai dan dengan penuh suka cita tidak bisa ia dapatkan begitu saja. Memang, doanya telah terkabul dengan mendapatkan pasangan yang taat beribadah bahkan Bapak mengajarkan dengan sabar bagaimana membaca Alquran. Namun ternyata masih banyak masalah lain.

Mama yang sejak awal pernikahan tidak pernah akur dengan pihak keluarga Bapak membuat Mama stres berat. Yang kuingat, saat itu berat badan Mama turun drastis dari sebelumnya. Mama yang sekarang adalah Mama yang kurus. Tulang pipinya bisa kulihat jelas.

Entah perbedaan kultur atau apa, Nampaknya sangat sulit untuk menggabungkan keluarga kami. Saya ingat, Mama pernah hutang di bank untuk membeli sebuah rumah karena lelah dengan omongan yang menyakitkan kati selama lebih dari lima tahun. Dianggap parasit karena gajinya yang kecil. Hutang dalam jumlah besar yang akhirnya menjadi rumah yang menjadi tempat tinggalku hingga saat ini.

Penderitaan kami pun bertambah sejak krisis moneter, kami harus pindah ke Brebes. Awalnya Mama tidak mau tapi karena masalah di kantornya yang parah memberi motivasi kuat untuk tinggal di rumah kontrakan kecil di Jatibarang, Brebes. Cibiran dan sindiran mewarnai hari – hari kami, biasanya Mama akan menangis dan mengaji sambil meneteskan air mata. Bapak yang tidak ikut tinggal di Jawa karena saat proses pindahan ternyata mendapatkan kerjaan baru melengkapi suasana sepi dan mengerikan. Kecelakaan Ami menjadi klimaks kesabaran Mama, setelah tertabrak dari sepeda yang baru saja dibeli oleh sebuah truk pengangkut tebu, Ami dirawat selama sebulan karena mengalami patah kaki yang parah. Saat itu ia duduk di kelas 3 SD. Gaji yang pas – pasan, suami yang jauh dengan gaji yang kecil, hamil tua, 3 anak lain yang harus diurusi, biaya rumah sakit yang mahal, cibiran dan sindiran saudara, dikhianati teman kantor, benjolan di payudara, dan masalah lainnya membuat saya takjub betapa tabahnya Mama menghadapi semua masalah itu.

Kekuatan amacam apa yang ada padamu Ma?, saat semua ibu berbelanja di Mal – Mal besar, kau hanya terus meyakinkan kami untuk makan lauk seadanya. Disaat hari – hari libur, kau mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci pakaianmu sendiri dan memilih untuk tidur seharian karena pekerjaan yang menuntut waktu yang tidak sedikit. Adakah bahagia dalam hidupmu? Jika ku bertanya kau hanya berkata “ Yang penting anak – anak Mama sehat dan jadi orang sukses”, Apa? Mana waktu untuk dirimu sendiri Ma? Mana waktu untuk memanjakan dirimu? Mana?.

***

Mama sama sekali belum sadar sejak kecelakaan 4 hari lalu, Saya menemaninya setiap hari, tidur di ruang tunggu karena saya ingin menjadi orang pertama yang tahu jika Mama sadar. Setiap pagi saya akan menemani Mama dimandikan dan diberi sarapan, hanya susu.

Rambutnya kini sudah dipangkas habis, bekas jahitannya berbentuk segitiga di kepala sebelah kanan belakang. Luka – luka ditangannya pun kini sudah mengering berwarna kehitaman. Peralatan yang selama ini hanya bisa kulihat didalam film-film kini tepat didepan mataku. Banyak sekali peralatannya, selang di hidung dan mulutnya, ahh..sakit sekali. Saya menyapanya, “Halo Mama, eh Mama udah bangun belum ya? Mama kuat, Mama pasti bisa melewati semuanya, Ayo dong Ma usaha lagi, buka matanya..” Sambil kupegang matanya, kuusap pipinya, kata dokter, Mama meski mama tidak sadar, alat pendengaran mama berfungsi. Saya membacakan Al-fatihah berulangkali di sebelahnya. Ya Allah, Mama terlihat cantik seperti biasa.

Saya memang masih belum membolehkan adik perempuanku, Bano, untuk melihat keadaan Mama. Saya khawatir ia akan shock berat, untungnya ketika saya tawarkan untuk bertemu, Bano menjawab “Nanti Bano temui Mama jika Mama sudah sadar saja ya mba upa!”, Dasar anak kecil.

“Ini...ini...anaknya bu Ludi ya?” tanya seorang perempuan yang datang untuk menjenguk Mama sambil menangis terisak – isak.

“Iya, ini siapa ya?” tanyaku

“Ini saya yang jual jus di depan kantor Bu Ludi, Ya Allah mba, saya kaget sekali bu Ludi kecelakaan, Bu Ludi itu baik sekali, selalu beli jus dan suka memberi uang sama saya mba”, kata perempuan itu sambil menyalami dan memeluk sama, kulihat matanya berair.

Mama memang suka memberi uang, padahal ia sendiri masih kekurangan. Apalagi jika ada penjual – penjual yang menawarkan barang kepadanya, sering kali ia membeli padahal Mama tidak membutuhkan. Sampai – sampai, selalu ada perempuan tua ke rumah kami setiap minggu untuk meminta uang. Padahal sungguh, untuk kebutuhan kami saja Mama sering hutang.

***

Jumat, 11 Juli 2008

Malam ini terasa sepi sekali, di Rumah Sakit, untuk pertama kalinya kami semua berkumpul sekeluarga. Bapak, Nita, Ami, Majid, Bano dan Saya. Setelah beberapa jam sebelumnya selalu ada orang – orang yang menjenguk tiada habisnya. Malam ini berarti malam ke 11 Mama belum sadarkan diri. Mama sudah dua hari ini menggunakan alat bantu nafas. Kami tidak peduli berapa banyak uang yang kami keluarkan, yang terpenting Mama mendapatkan yang terbaik

Bapak sejak kemarin terlihat murung, sesekali ia mengeluarkan air matanya dalam doa - doanya. Bahkan tadi saat menjadi imam sholat Maghrib, suara Bapak terputus karena ia menangis dalam sholatnya. Ini pertama kalinya Saya melihat Bapak menangis seumur hidup saya.

Sebelum kerabat keluarga kami berpamitan pulang, Mbah Bapak, Ayah dari Bapak Saya menitipkan pesan “Sih, Kamu ya sekarang berserah sama Allah, jika memang ini belum waktunya, semoga Allah segera sadarkan Dani, namun jika memang sudah waktunya, segera angkatlah ia, kamu semua ya harus ikhlas dulu supaya Dani-nya tidak tersiksa”, begitu pesan Mbah yang Bapak ceritakan pada kami.

Tiba – tiba suster keluar dari ruang HCU, saat itu hanya ada saya dan teman saya di Ruang Tunggu. “Mba,ini ada yang mau bacain AlQuran tidak? atau berdoa untuk Bu Dani, Bapaknya mana?”, pertanyaan tergesa- gesa itu mengagetkan Saya, entah antara percaya atau tidak saya mengira Mama sadarkan diri namun setelah saya melihat langsung ternyata dugaan Saya salah. Mama kritis! Mama kritis!. Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada kami semua, Kulihat adikku yang berumur 8 tahun itu melihat kebingungan sambil memeluk Bapak, Ami tak kuasa membendung air matanya, ia tersungkur sujud memohon kuasa-Nya. Bapak membacakan Yasiin begitu pula dengan Nita dan Majid.

Saya mengajak Bano keluar ruangan dan membohonginya kalau Mama hari ini akan pulang. Ia melompat kegirangan. Andai ia tahu. Namun ketika melihat bendera kuning di gang rumah kami, ia tiba – tiba memelukku. “Bano sudah tahu, Bano sudah tahu...!”, ia menunduk dalam gendongan Saya sambil meneteskan air matanya.


***


Hidup bagaikan air…

Tenang, sejuk dan memberi rasa tenteram dan damai

Selasa, 8 april 2007

Pulang Kerja, Pukul 16.00 WIB


Kepalaku sakit, sudah ku pijat-pijat dengan minyak tawon, namun masih saja sakit. Disinilah aku melihat dosaku yang banyak dan besar yang benar-benar menghantam hatiku.


Mutiara-mutiaraku sedang apakah kau?

Mungkin aku adalah orang yang egois yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain ,orang tua, saudara dan anak-anaknya sendiri sehingga kau redup, hilang, hancur, bagaikan lilin yang rela berkorban hingga kehancuran menimpanya.


Setelah jam 10 malam, mataku pedih hingga aku bingung harus melakukan apa agar aku sehat dan bersemangat untuk mutiara-mutiaraku yang sampai kapan mereka dalam kebingungan dan kebimbangan yang semakin lelah aku melihatnya dan sedih kurasa.


Mutiaraku marilah kita berdoa agar kita semua masuk kedalam surga Allah SWT. Amin.


25 April 2007


Waktu menunjukkan jam 11.30 tiba-tiba aku terbangun dengan terdengarnya kegaduhan yang terjadi salah satu tanggunganku membuat hatiku kaget dan marah, aku tidak tahu mengapa dia melakukan itu, walaupun aku berusaha membiarkan dia melakukan sesuka hatinya dalam menjalani kehidupannya tapi malam itu sungguh dia membuat aku kaget dan bingung aku harus bagaimana?


26 April 2007


Aku pulang kerja, biasa rumahku penuh dengan kerjaan yang bagiku banyak. tapi yang penting aku siapkan makan untuk mereka-mereka yang menjadi tanggunganku. Tapi salah satu anakku membuat aku kesal hingga dia membentakku dengan suara sangat keras kepadaku. Allahuakbar. Aku diam, entah sampai kapan aku diam.


Apakah aku harus diam sampai aku mati? Tak ada yang tahu.


Ludi Ramdani

Kini Saya tahu Ma . . .

Perguruan Tinggi dan Kebutuhan Ilmu

Ilmu tidak sama dengan Perguruan Tinggi

Kira - kira begitulah yang selalu terngiang sejak SMA bahkan saat SMP. Saya selalu mendefinisikan sekolah atau perguruan tinggi bukanlah syarat seseorang untuk mendapatkan sebuah ilmu. Ilmu adalah tentang apa yang kita butuhkan bukan sesuatu yang memberatkan. Ini tentang cara bertahan hidup di Dunia ini dengan sejuta aspek yang ada didalamnya. Namun jika kita mengikuti pola yang ada yaitu sekolah, akan ada masa - masa disaat seseorang menginjak usia yang pantas untuk mendapatkan pendidikan dijenjang yang paling tinggi. Tentu saja, perguruan tinggi.

SD, SMP dan SMA kita belajar mengenai teori dan beberapa praktek ilmu. Namun bagaimana untuk menggunakan "alat bantu" yaitu ilmu tadi kedalam segala permasalahan yang ada di muka bumi. Dari bagaimana bisa mendapatkan air yang bersih, bisa pergi keluar negeri hanya dengan duduk beberapa jam, atau bahkan bagaimana cara menghubungi seseorang yang berjauhan tempatnya. Tentu masalah tersebut adalah setitik dari banyak permasalahan yang harus kita hadapi bersama - sama. Di Perguruan Tinggi, kita diberikan sebuah aturan, program, kegiatan untuk menstimulasi dalam mendalami ilmu tersebut sesuai dengan minat dari individu tersebut. Minat, sebuah hasrat yang muncul ketika kita merasa senang jika berhadapan dengan suatu hat tertentu.

18 Januari 2010

Fashion Blog - Kapan yaaaa?

adududududdu. tadi lihat top 100 Indonesian Blog, masa peringkat satu diduduki oleh sebuah fashion blog. Manstap sih, jadi iri juga ya.

Belanja, Foto, Posting

"Bersyukur napa", Ampun bang saya cuma berharap banyak sedikit.

Saya :

Seorang yang suka fotografi namun tidak memiliki kamera yang ashoy buat di pake  kamera saya RICOH filmpocket
Seorang yang suka fashion, namun belakangan (memang dari dulu juga) tidak pernah belanja hura - hura (alias belanja sangat  sesuai kebutuhan).

Berati resolusi (kayak kamera aja) tahun 2010 :

Punya Kamera Dan Menjadi Fotografer Fashion!

I See You

I see you on my breath
I see you when I feel sick
I see you wherever I get step out
I see you and always . . .

Green Pale - iylstyle header

hoho dengan gambar kayon (gunungan), membuat header tampak etnik. I love it, saya suka wayang . . . love indonesian puppet (WAYANG)


Header Blog - iylstyle



ini salah satu design favorit saya, komposisi warnanya dan detil yang tajam membuat objek biasa menjadi lebih hidup. ini saya buatkan untuk adik saya yang seorang mahasiswa teknik sipil. Entahlah, semoga nyambung . .

17 Januari 2010

Margonda oh Margonda



Kalo di margonda, plang - plang iklan itu bikin jalanan keliatan sempit dan kumuh. Coba kalo tata plangnya diatur. Kiri kanan pohon, pasti mantap dah!

Sekarang mulai pakai aplikasi Blogger Draft


Buat para blogger yang masih pakai aplikasi yang lama, hehe . . . Saya sarankan untuk menggunakan aplikasi draft blogger. Fiturnya lebih lengkap dari sebelumnya, untuk edit dan segala macem udah ada di dalem sini. Kalau dulu saya ribet - ribet untuk membuat read more sekarang tidak lagi.



Liat deh Toolbar-nya, lebih ashoy kan....

Quote of the day : "Apapun blognya yang penting ada tulisannya"


Kucingnya si Budi (Ngga' Tau Namanya)



Waktu si Miko bawa jepretan Nikonnya, iseng - iseng moto si Budi punya kucing . . . Ada banyak, tapi ini yang jadi favorit soalnya matanya itu tajem banget, jadi inget burung hantu dulu waktu di Jawa. Jadi saya memberi nama foto ini.

Si Kucing Hantu




13 Januari 2010

Semoga Allah Menguatkanmu Jihan

Sedih dan miris rasanya, setibanya Bano dari latihan bulu tangkis, ia bercerita tentang ibunda dari Jihan yang meninggal. Jihan adalah teman sekelas bano di SDN Depok Baru VII di kelas V. Ibunya ditemukan tewas kemarin siang, 12 Januari 2010 saat Jihan pulang sekolah. Tentu yang membuat Saya miris adalah, Ibunya meninggal dalam keadaan mengenaskan. Lehernya digorok dengan tidak manusiawi. Sampai hari ini, belum diketahui apa motif pembunuh yang juga membawa kabur sebuah handphone. Anak tunggal, kehilangan ibu, melihat dengan mata kepala sendiri dalam keadaan seperti itu. Ya Allah, berilah ia kekuatan.

Siang itu, setelah pulang sekolah, Jihan berkelakar dengan adikku dan temannya yang lain. Ia berniat untuk main sebelum pulang sekolah karena khawatir kalau Sang Ibu tidak ada di Rumah, ia menelepon Ibunya...tak ada jawaban. Setelah tahu ibunya meninggal, spontan ia meminta tolong kepada tukang sol sepatu yang kebetulan lewat depan rumahnya.

Pusing sekali mendengar cerita yang memilukan ini. Bano sejak tadi pun hanya bisa diam karena terus terbayang oleh kejadian yang menimpa Jihan. Ia sangat ketakutan.


Allahuakbar . . . Allahuakbar . . . Allahuakbar
Berikanlah kekuatan kepada kami agar kami dapat mengubah keadaan kaum kami.
Tuntunlah kami wahai penguasa alam semesta.
Tunjukan kepada kami jalan yang fitrah agar manusia melakukan ibadah kepadaMu.



12 Januari 2010

Sarjana Prematur

6 januari 2010, pada hari itu saya dinobatkan lulus strata satu. Rasanya aneh sekali, teman seangkatan waktu SMA dulu masih berjuang mati - matian untuk mendapatkan gelar ini. Apakah saya pantas mendapatkannya terlebih dahulu?, Saya ingat jelas ketika saya sekelas dengan beberapa teman saya ini, rata - rata, nilai ulangan matematikanya lebih dari 8. Sedangkan saya, untuk mendapatkan nilai 6 membutuhkan waktu berhari - hari tanpa tidur mengulang rumus - rumus yang kuanggap seperti mimpi buruk.

Lalu mengapa saya yang mendapatkan gelar tersebut, bahkan jika diuji untuk soal matematika SMA, saya memilih untuk jalan jongkok satu putaran stadion UI. Entahlah, Saya kurang gemar dengan pelajaran eksak. Dari SD, Saya tidak bercita - cita menjadi insinyur elektro, sangat jauh sekali pikiran Saya dari hal tersebut. Saya hanya ingin menggambar dan bermain kasti pada saat itu. Atau, pelajaran bahasa Indonesia, KTK juga boleh.

Jadi saat ini Saya tidak menganggap diri Saya sebagai Sarjana Teknik Elektro, melainkan sebagai mahasiswa yang prematur. Yang masih ingin terus merasakan bagaimana seharusnya menjadi elektroawati. Menjadi seorang yang melihat formula Fourier seperti Beethoven membaca partitur. Seperti navigator melihat peta kontur seperti melihat tulisan.

Tapi...
Apakah Saya harus peduli?

Love Story - Taylor Swift

Sebuah lagu yang akan enak jika didengarkan lebih dari sekali

We were both young when I first saw you
I close my eyes
And the flashback starts
I'm standing there
On a balcony in summer air

See the lights
See the party, the ball gowns
I see you make your way through the crowd
And say hello, little did I know

That you were Romeo, you were throwing pebbles
And my daddy said stay away from Juliet
And I was crying on the staircase
Begging you please don't go, and I said

Romeo take me somewhere we can be alone
I'll be waiting all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story baby just say yes

So I sneak out to the garden to see you
We keep quiet 'cause we're dead if they knew
So close your eyes
Escape this town for a little while

'Cause you were Romeo, I was a scarlet letter
And my daddy said stay away from Juliet
But you were everything to me
I was begging you please don't go and I said

Romeo take me somewhere we can be alone
I'll be waiting all there's left to do is run
You'll be the prince and I'll be the princess
It's a love story baby just say yes

Romeo save me, they try to tell me how to feel
This love is difficult, but it's real
Don't be afraid, we'll make it out of this mess
It's a love story baby just say yes
Oh oh

I got tired of waiting
Wondering if you were ever coming around
My faith in you is fading
When I met you on the outskirts of town, and I said

Romeo save me I've been feeling so alone
I keep waiting for you but you never come
Is this in my head? I don't know what to think
He knelt to the ground and pulled out a ring

And said, marry me Juliet
You'll never have to be alone
I love you and that's all I really know
I talked to your dad, go pick out a white dress
It's a love story baby just say yes

Oh, oh, oh, oh
'Cause we were both young when I first saw you

Avatar

Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah film spektakuler yang konon merupakan film dengan budget termahal yang pernah ada berjudul Avatar, awalnya kukira ini semacam film animasi penuh namun saya salah. Film yang menceritakan tentang kerakusan manusia untuk menguasai harta yang terpendam berupa batuan yang ada di planet Pandora.

Atau dengan film Avatar : The Legend of Aang, yang menceritakan seorang anak keturunan suku udara yang harus mengembalikan kondisi dunia seperti semula dan harus berjuang untuk melawan negara api yang tengah berkuasa dan membuat negara lainnya menjadi menderita.

Lalu apa arti avatar?

Bersambung



Saya bukan "penulis"

Entahlah, Saya ini bukan penyair macam orang - orang itu
Saya ini bukan penulis handal dengan buku - buku yang diterbitkan
Saya ini ya Saya
Dengan pikiran Saya, Dengan keinginan yang mendalam untuk terus menulis
Saya tidak punya cukup ilmu persajakan bahkan jurnalisme
Saya hanya ingin menulis
Meluapkan semua yang ada di pikiran
Tunggu...tidak semuanya
Karena Saya belum ingin mengalami seperti Prita atau Luna Maya

Awal Juni

“Ma, kalau orang mau meninggal itu rasanya bagaimana sih?”, pertanyaan aneh itu meluncur begitu saja dari mulutku.

“Loh, memangnya kenapa?”, Mama balik bertanya dengan raut muka penasarannya

“Hmm , akhir – akhir ini perasaan dan batin Ulfah kok tidak tenang ya? Ulfah selalu dibayangi kematian? Orang meninggal, masa – masa kecil Ulfah, sedih rasanya”, Saya menjabarkan perasaan saya akhir – akhir ini, emosi saya menjadi tidak stabil. Setiap malam pasti menangis, rasanya sakit dan tidak tenang. Entahlah.

“Apa ya? Setahu Mama sih kalau orang yang mau meninggal itu sebenernya sudah tahu kalau dia akan meninggal sejak 40 hari sebelumnya, dia akan mengingat kembali masa lalunya, kenangan – kenangan masa kecilnya, seperti ada film kehidupan kita yang di putar dan ditampikan di benak kita, tapi orang yang mau meninggal itu tidak bisa memberi tahu orang lain akan hal itu, kalau dia akan mati”, entah teori dari mana jawaban yang Mama lontarkan tapi Saya mendengarkan serius, karena saya sudah tidak tahu lagi, saya bingung, saya sakit, saya cengeng perihal kematian yang menghantuiku. Jawaban Mama membuatku tenang seperti biasanya. Saya mencoba menciumnya, sudah bisa ditebak, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dan lepas dari pelukan Saya serta ciuman bertubi – tubi di pipinya. Haha ... Lucunya Mamaku.

Sendirian

Rasanya sangat tak biasa
Kini Saya butuh anjing pengantar untuk mencari tempat yang layak untuk tempat
Bukan palang penunjuk arah semata, karena saya buta
Dalam sini ada sesuatu untuk diungkapkan
Namun Saya ini Gagu

Hijau dalam mimpiku kini mulai datang kembali
Setelah lecutan warna pelangi yang menggerogotiku tahun lalu
Lari terus meninggalkan kota itu
Sendirian melewati kaldera yang panas
Ya...sendirian


Januari Harus Dengan Semangat Matahari

hehehehe... asalamualaikum rumahku... aku kangen dirimu deh...hahahaha... sudah lama kite tak besue..

oh iya, acara wordsmart center 2009 tentang penulisan untuk memperingati hari Ibu kemarin aku dapat tempat di hadiah hiburan loh, Alhamdulillah, lumayan voucher 100 ribu dari Mizan.

Tulisan itu saya dedikasikan untuk Ludi Ramdani, karena dia itu sumber inspirasi saya!
ternyata tulisan yang kuberi judul "Memoar Awal Juli" dapet hadiah...jadi semangat! Terima Kasih Allah, Terima Kasih Mama!!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...