05 Desember 2009

Egomu Mauku

Sialan, sungguh mengesalkan
Mauku saat ini menjadi musuhku
Musuh dalam keranjang
Bukan selimut

Maumu apa? Mauku inginmu
Lelah mau ini itu
Brengsek!

Pintaku menjadi harapanmu
Beruntungnya ku menjadi sialnya mu
Lupaku menjadi ingatmu
Cepatku menjadi Lambatmu

Berhenti!
Berhenti!
Tolong berhenti seperti itu!
Sekarang!


2 komentar:

  1. Ah, terpaksa pake anonim, soalnya kalo masukin komen suka error nih...

    lucu juga puisi lo pay.
    btw tengkyu ya atas komen terakhir di postingan gw.
    iya, jadinya emang jauh banget.

    coba kalau manusia mau belajar, bukannya selalu iri di saat kekurangan..

    XOXO,
    Shinlee.

    BalasHapus

Fasilitas Komentar Gratis Yang Disediakan (Siapa Saja Boleh)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...