16 Desember 2009

Robotika dan Perang Manusia

Pernah nonton Transformer? Terminator ? Wall - E ? I, Robot dan film - film mengenai teknologi robotika?Jika iya, kita melihat bahwa film yang menceritakan tentang interaksi antara robot dan manusia. Namun dari kesemua film - film tersebut, rata - rata memiliki alur cerita yang hampir sama. Misalnya saja film Wall - E yang menceritakan tentang bagaimana kehidupan manusia yang akan datang, tentang bagaimana bumi sudah terisi penuh dengan sampah sehingga diciptakanlah sebuah robot yang bernama Wall - E untuk membersihkan sampah. Lama - kelamaan, seluruh manusia pergi ke luar angkasa karena bumi sudah penuh dengan sampah sampai - sampai hanya tersisa 1 buah pohon yang dijaga oleh Wall - E, penghuni satu - satunya bumi. Singkat cerita, sistem robotika yang ada pada pesawat manusia di luar angkasa berubah menjadi musuh manusia karena tidak mengijinkan manusia untuk kembali ke Bumi.

Beberapa waktu lalu, tepatnya 2 Desember 2009 saya mengikuti seminar nasional di STIKOM Surabaya yang mengusung tema “IT For Life“. Pada kesempatan itu, saya mengajukan pertanyaan tentang masalah diatas, intinya apakah mungkin kehidupan

manusia di masa yang mendatang robot akan menguasai manusia. Ternyata jawabannya adalah “Mungkin saja terjadi, namun kemungkinan tidak dalam waktu dekat. Seperti yang Saya bilang sebelumnya, sebuah teknologi robot seperti pedang, dengan penggunaan yang benar, tentu ia akan menjadi barang yang berguna, namun jika digunakan untuk kejahatan bisa saja digunakan untuk membunuh. Kesimpulannya, sebuah teknologi tetap saja membutuhkan kebijakan penciptanya, disini adalah manusia”.


lanjutannya...

Banking dan e-banking

Apakah anda pernah mentransfer uang ke rekening orang lain? Membeli produk secara online? Membayar tagihan - tagihan anda secara online?, setidaknya itu adalah beberapa aplikasi yang paling sering dilakukan oleh kita, kesemuanya itu merupakan bagian dari kegiatan e-banking. Sebuah aktifitas perbankan yang dijalankan oleh media elektronik.

Transaksi melalui internet yang memberikan kemudahan bagi para nasabah serta lebih menguntungkan dari sisi bank karena biaya yang murah, membuat penggunaan teknologi e-banking semakin meningkat. Misalnya saja Bank Danamon yang berhasil membukukan transaksi sebanyak satu juta transaksi dengan nilai Rp250 miliar melalui “internet banking” yang diluncurkan sejak Juni 2009, (danamonline.com).

Lanjutannya

Pasar Modal (Belajar ekonomi)

Bulan - bulan ini memang di dunia pertelevisian kita khususnya berita, telah terjadi masa - masa krisis politik. Berita - berita paling banyak menyorot para politisi, lembaga hukum, lembaga independen, bank, bahkan pada sebuah kasus, nama presiden kita pun tercatut.

Perubahan di dalam lembaga legislatif maupun eksekutif, tentunya sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi ekonomi negara. Karena kebijakan para legislatif dan eksekutif, misalnya saja kegiatan Pemilu, Reshuffle kabinet dan kasus - kasus politik yang melibatkan anggota parlemen misalnya kasus Bank Century. “Apakah memang benar, kasus ini mempengaruhi investasi yang ada di pasar modal?”.

Lanjutannya ...

Slum dan Arsitek

Maaf saya sudah lama belum update...karena saya mengikuti lomba artikel jadi harus baca bahan yang dilombakan. Berikut ini saya mengangkat tema tentang daerah slum yang saat ini semakin meningkat.

Wajah tata kota Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan tata kota di negara lain, misalnya saja negara yang tidak lebih besar dari kota Jakarta yaitu Singapura. Setidaknya ini yang saya terima pada saat mata kuliah Pengantar Ilmu Lingkungan oleh Ir. Arief Rahman, MT. Beliau adalah lulusan arsitektur yang saat ini menjadi Kepala Lembaga Pengembangan FTSP. Beliau memberikan wawasan mengenai arsitektur dan tata kota kaitannya dengan citra sebuah ibu kota dari beberapa negara seperti Singapura, Hongkong, Amerika Serikat dan Malaysia.

Monas, Petronas, Dan Eiffel merupakan sedikit contoh bangunan yang menjadi icon / wajah sebuah ibu kota suatu negara. Sering kali icon - icon ini menjadi gambaran bagaimana megahnya atau kuatnya sebuah kota, semuanya dilukiskan dalam arsitektur. Oleh karena itu, masing - masing negara berlomba - lomba untuk membuat icon yang akan menjadi eye-cathing-nya dunia. Sebuah bangunan kini beralih menjadi prestise masing - masing ibukota.

Lanjutannya . . .

05 Desember 2009

Sinting

Sinting, ku mulai waras
Ku mulai ingin tertawa pada cermin
Wajah jenaka yang muncul pada bias cahaya cermin
Tertawa lepas,

Sinting, Menangis dalam ayunan
Ku mulai sakit saat mendengar tawa
Pukulan keras pada jiwa dengan hantaman kebahagiaan yang datang tiba - tiba
Menangis sendu,

Egomu Mauku

Sialan, sungguh mengesalkan
Mauku saat ini menjadi musuhku
Musuh dalam keranjang
Bukan selimut

Maumu apa? Mauku inginmu
Lelah mau ini itu
Brengsek!

Pintaku menjadi harapanmu
Beruntungnya ku menjadi sialnya mu
Lupaku menjadi ingatmu
Cepatku menjadi Lambatmu

Berhenti!
Berhenti!
Tolong berhenti seperti itu!
Sekarang!


Pengejaran

Usang, begitu pikiranku melayang disaat semua tertidur lelap
Kelakar mereka saat itu membuatku mual
Aku mengejar rindu yang jauh
Terseok - seok dan berdarah - darah

Tak akan ada yang mengerti arti kegundahan dalam hati
Mereka jatuh semua
Aku lari terpogoh - pogoh
Meninggalkan semuanya sendirian

Aku tertawa, sampai sakit kepala
Mencari mimpi yang tersiram hujan tadi malam
Mencatat semua nama indah dalam mimpi

Bodoh atau Apa?

Kau pernah melukai aku
Ku sadar itu
Kau pernah meninggalkan aku
Dan ku sadar semua itu

Tak pernah ku sangka dirimu
Tak bisa cintai ku
Jika ku tetap mengharap dirimu
Mungkin itu maumu

Bodohnya diriku slalu menunggumu
Yang tak pernah untuk bisa mencintai aku
Oh Tuhan tolonglah beri aku cara
Untuk dapat melupakan dia dan cintanya

Lagu yang enak didengar, namun jika kita semua melihat liriknya atau bahkan dari judulnya, kita melihat Bodohnya Diriku, apa artinya?

Apakah bodoh yang dimaksud didalam lirik ini? Apakah bodoh ketika harus menunggu? Apakah bodoh saat kita mengharapkan cinta dari seseorang manusia? Mengapa harus ingin melupakan seseorang karena dia tidak memberikan cinta kepada kita?

Apakah saat ini terjadi globalisasi terhadap cinta itu sendiri? Disaat cinta marak digunakan antara hubungan perempuan dan laki-laki?

Apakah rasa sakit selalu ada jika hanya tak ada balasan cinta? Balasan cinta macam mana yang kau inginkan? Kata-kata kah? atau tindakan? Seperti apa?

Bodohnya aku yang tak pernah mengerti apa - apa?
Atau bodohnya aku yang menyamakan persepsi cinta seperti apa kata kalian?
Seperti saat kalian merasakan emosi yang sama saat mendengarkan lagu - lagu cinta
Dan hingga kini kalian anggap itu semua benar
Sehingga kau menyebutnya sebagai cinta

Cinta ya cinta, dengan segala kerumitan definisinya, tentang cinta, aku cinta kalian semua.
Apakah saya bodoh?

04 Desember 2009

Berpikir Lebih Terbuka

Kan tiap orang beda - beda
Pikiran orang beda - beda

Padahal tiap manusia diberikan kesempatan yang sama, peluang yang sama. Saya heran masih saja ada orang yang beranggapan seolah (iya-gue-kan-beda-ama-lo), hey..ini bukan tentang beda atau tidaknya, namun ini tentang sesuatu, ini tentang kemauan. Tentang sesuatu yang ada didalam diri tentang sebuah tekad yang kuat. Saya jadi teringat tentang seorang teman yang selalu iri pada saya karena saya medapatkan beasiswa. Jika dilihat kebelakang, untuk info saja, saya bukanlah siswa yang selalu mendapatkan rangking di kelas sejak SD. Saya adalah siswa pendiam dan pemalu yang tidak menyukai matematika atau semacamnya. Saya merasakan ketakutan yang hebat saat saya dihadapkan pada soal - soal yang melibatkan otak kiri saya. Saya tidak bisa menghitung cepat bahkan dalam soal cerita, saya butuh membaca berulang - ulang kali. Dan pada mata pelajaran lainnya, saya selalu kebingungan jika mulai belajar bahasa ingris atau bahasa sunda. Yang saya sukai hanya pelajaran olahraga dan suling.

Menginjak SMP, saya makin takut dengan matematika (mungkin ini traumatik akibat pelajaran matematika yang diberikan oleh Bapak saya saat selalu saja tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan olehnya). Menginjak semester pertama matematika saya merah, saya juga merasa minder karena saya adalah murid pindahan dari sebuah SD di jatibarang di Brebes. Saya adalah murid tidak populer yang serba pas-pasan. Bahkan untuk megikuti kegiatan ekstrakulikuler, saya ragu karena beberapa diantaranya membutuhkan uang. Akhinya kegiatan paskibra saya hanya melalui tahap pertama saja karena saya merasa terasingkan karena pembina toh akan mencari murid-murid yang selalu didampingi oleh keluarganya saat latihan dan memberikan uang 'ekstra'.

Begitu pula saat saya mengikuti ekskul basket, dengan pengorbanan penyisihan uang jajan saya, itu artinya hari tanpa makan di sekolah dan saya lebih memilih untuk duduk di perpustakaan. (Hey, itu pertama kali saya membaca buku inspiratif berjudul Jamin dan Johan). Saya tergolong bisa untuk basket, bahkan dalam pelajaran olahraga, Pak guru pernah menyuruh saya untuk mencontohkan Lay Up, padahal jelas - jelas dikelas saya ada siswa yang selalu mengikuti kompetisi yang saya sendiri belum pernah dipilih, karena saya tidak populer. Pemilihan untuk peserta kompetisi biasanya dipilih secara subjektif oleh para alumni, dan seperti biasanya pula, pada saat hari pemilihan akan ada banyak "peserta yang vakum" untuk tampil, ya bisa ditebak, mereka yang 'populer' akan dengan mudahnya terpilih karena kenal atau cantik (versi SMP).

Setelah tingkat akhir SMP, barulah saya mengikuti ekskul silat, pada saat itu berkumpullah orang - orang tidak populer, mana ada orang populer berkotor - kotor ria? Karena tidak ada cowok populer, itu dia. Namun saya nyaman sekali, baru perama kalinya saya merasa dianggap. Disini saya belajar banyak tentang HIDUP. Bahkan tentang Patih Gajah Mada yang banyak dibicarakan buku sejarah sebagai pahlawan, ya menurut pikiran saya beliau adalah penjajah sejati. Entahlah, disini pikiran saya menjadi terbuka, sehingga saya lebih mudah untuk menentukan mana hal yang baik buat saya. Semuanya itu baru saya dapatkan ditahun akhir SMP, yakni saat usia saya menginjak 14 tahun. Dan Saya bersyukur sekali untuk itu.

Dengan penutan filosofi parfum pada saat itu, Saya akhirnya bisa melanjutkan di SMA populer. Bukan karena Saya ingin populer, tapi karena dekat dari rumah. Saya sangat tidak beranggapan kalau hebat itu jika ranking 1 atau jika banyak pria yang menyukaimu. Tapi ini adalah hidup yang diberikan oleh Tuhan kepada Saya. Saya bangga menjadi bagian itu. Saya mencari apa yang membuat bibir ini tersenyum. Yang membuat mata ini berbinar. Yang membuat dada ini berdebar. Yang membuat hati ini tenang. 'What a life!'.




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...