27 November 2009

8 April 2007

Hidup bagaikan air...
Tenang, sejuk dan memberi rasa tenteram dan damai

selasa, 8 april 2007
pulang kerja jam 16.00 wib

kepalaku sakit, sudah ku pijat-pijat dengan minyak tawon, namun masih saja sakit.
disinilah aku melihat dosaku yang banyak dan besar yang benar-benar menghantam hatiku.

mutiara-mutiaraku sedang apakah kau?
mungkin aku adalah orang yang egois yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain ,orang tua, saudara dan anak-anaknya sendiri sehingga kau redup, hilang, hancur, bagaikan lilin yang rela berkorban hingga kehancuran menimpanya.

setelah jam 10 malam, mataku pedih hingga aku bingung harus melakukan apa agar aku sehat dan bersemangat untuk mutiara-mutiaraku yang sampai kapan mereka dalam kebingungan dan kebimbangan yang semakin lelah aku melihatnya dan sedih kurasa.

mutiaraku marilah kita berdoa agar kita semua masuk kedalam surga Allah SWT. amin.


25 April 2007

Waktu menunjukkan jam 11.30 tiba-tiba aku terbangun dengan terdengarnya kegaduhan yang terjadi salah satu tanggunganku membuat hatiku kaget dan marah, aku tidak tahu mengapa dia melakukan itu, walaupun aku berusaha membiarkan dia melakukan sesuka hatinya dalam menjalani kehidupannya tapi malam itu sungguh dia membuat aku kaget dan bingung aku harus bagaimana?

26 April 2007
Aku pulang kerja, biasa rumahku penuh dengan kerjaan yang bagiku banyak. tapi yang penting aku siapkan makan untuk mereka-mereka yang menjadi tanggunganku. tapi salah satu anakku membuat aku kesal hingga dia membentakku dengan suara sangat keras kepadaku. Allahuakbar. aku diam, entah sampai kapan aku diam.

Apakah aku harus diam sampai aku mati? Tak ada yang tahu



Ludi Ramdani


I love You Mom
Always . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fasilitas Komentar Gratis Yang Disediakan (Siapa Saja Boleh)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...