25 September 2009

Kaca Spion

Teroooss terooosss jauh jauh kiri kiri . . . 
Bapa teriak - teriak dari belakang mobil mencoba mengarahkan Ami (a.k.a Adik gue) yang baru belajar itu untuk mengeluarkan mobil dari parkiran . . . 
Hop hop hop . . . bapak menepuk kaca mobil bagian belakang tapi terlambat  . . . 
Kira - kira goresan 8 cm itu kini tergaris dengan cukup jelas akibat dempet dengan batu yang lumayan besar . . . 
Huhhh . . . gagal maning gagal maning jadinya
langsung deh tuh bercucuran keringet si Ami padahal AC ada di depan mukanya. Bapak langsung memberi sinyal untuk menyuruh Ami keluar dari bangku driver dan duduk disebelahku.
Entah mengapa, apa mungkin kaca film yang terlalu gelap?
kaca mobil yang tertutup menjadikan suasana dalam mobil agak kedap suara?
Nervous pertama kalinya mengeluarkan mobil dari tempat parkir yang sebenarnya?
Atau tidak melihat spion?
Ya spion, kaca ukuran kecil sebagai alat bantu pengemudi untuk melihat arah belakang tanpa harus memutar kepala agar tetap bisa mengontrol kemudi dengan arah yang ada tepat sejajar dengan mata dan badan kita??
kira - kira hanya terlambat untuk menginjak rem sekian detik saja sudah seperti itu . . .
yah mungkin spion selamanya akan menjadi spion. . .  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fasilitas Komentar Gratis Yang Disediakan (Siapa Saja Boleh)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...